Friday, January 27, 2012

Seks Oral Lebih Berisiko Picu Kanker Mulut pada Laki-laki



Seks Oral Lebih Berisiko Picu Kanker Mulut pada Laki-laki. Virus pemicu kanker leher rahim bisa juga ditularkan melalui seks oral dan memicu kanker mulut. Jika kanker leher rahim hanya diderita oleh perempuan, kanker mulut akibat infeksi virus yang sama justru lebih rentan dialami laki-laki.



Human Papiloma Virus (HPV) merupakan salah satu penyebab kanker serviks atau leher rahim, yang belakangan diketahui bisa menular melalui seks oral. Virus ini bisa diyakini memicu kanker lidah, kanker leher maupun kanker tenggorokan.



Tingkat penularan infeksi HPV di mulut memang mengalami peningkatan dalam 8 tahun terakhir. Survei terbaru terhadap 5.579 orang di Amerika Serikat menunjukkan, 7 persen populasi berusia 14-69 tahun telah terinfeksi virus ini dan di kalangan laki-laki angkanya 10 persen.


Kanker Mulut

Perbedaan tingkat penularan pada laki-laki dan perempuan juga perlu mendapat perhatian khusus, sebab para peneliti dari Ohio State University yang melakukan survei menemukan kecenderungan bahwa laki-laki lebih rentan tertular. Dikatakan, laki-laki 5 kali lebih berisiko dibanding perempuan.

Risiko penularan HPV yang menyerang mulut dan sekitarnya juga berhubungan dengan perilaku seksual. Orang yang sering melakukan seks oral atau melalui mulut 2 kali lebih berisiko, sedangkan gonta-ganti pasangan hingga 20 kali bisa meningkatkan risiko hingga 20 persen.



Kekhawatiran atas risiko penularan virus penyebab kanker ini sebenarnya sudah lama menjadi perbincangan. Gubernur Texas, Rick Perry awal tahun 2011 bahkan pernah memicu kontroversi dengan mendukung vaksinasi HPV wajib bagi laki-laki, yang lazimnya hanya ditujukan untuk para perempuan.



Beberapa kalangan menganggap ide tersebut berlebihan, karena secara umum infeksi HPV yang menyerang mulut sangat kecil yakni hanya 1 persen dari populasi umum dan hanya 1,6 persen dari seluruh laki-laki. Bahkan dari yang sudah terinfeksi HPV, tidak semua berkembang menjadi kanker mulut.


0 comments:

Post a Comment